Taukah Anda, apa itu stoikisme ?
Stoikisme adalah filosofi kehidupan yang mengajarkan bagaimana menjaga pikiran untuk tenang dan rasional, tidak peduli apa pun yang terjadi pada/kondisi Anda. Stoikisme membantu Anda memahami, focus dan menerima, hanya pada apa yang dapat Anda kendalikan dan tidak kuatir tentang apa yang terjadi diluar kendali Anda.
Pernahkah kamu marah/kesal dengan seseorang? Yap, semua orang pasti pernah mengalaminya.
Seperti : orang tua yang marah/kecewa kepada anaknya, karena mereka mengharapkan anaknya menjadi seorang dokter seperti mereka, namun anaknya lebih memilih menjadi seorang seniman. Sepasang Orang tua tersebut sukses dan mampu membesarkan anak-anaknya, maka mereka pun berharap anaknya dapat menjadi dokter yang sukses seperti mereka.
Atau Seorang adik yang marah/kecewa kepada kakaknya, karena kakaknya yang seharusnya menjadi contoh bagi adik-adiknya, namun malah menjadi beban keluarga yang kerjanya hanya makan-tidur-bersenang-senang.
Atau orang tua yang marah/kesal kepada anaknya yang setiap bulan dikirimin uang kuliah, namun ternyata uang tersebut malah dipakai untuk bersenang-senang. Padahal anak tersebut tau pasti, betapa banyak keringat orang tuanya terkuras demi mengirimkan uang tersebut. Ditambah kondisi kesehatan orang tuanya yang mulai sakit-sakitan.
Atau ketika kita marah/kesal saat difitnah/dimaki/dihujat atas hal-hal yang jelas-jelas tidak kita lakukan, dan masih banyak contoh kasus kejadian tidak mengenakkan lainnya.
Marah/kesal itu wajar dan manusiawi. Apalagi kita pasti ingin melihat orang yang kita sayangi dan kasihi, bertumbuh menjadi sosok yang baik, sukses dan bahagia. Apalagi kita merasa tidak pernah melakukan hal-hal yang dituduhkan, tanpa sadar kita mengharapkan orang lain tidak berpikir seperti itu tentang kita. Dan ketika itu terjadi, kita mulai berkata….SEHARUSNYA….
Seharusnya, kamu menjadi dokter seperti papa dan mama. Atau Seharusnya kamu menjadi kakak yang mengayomi adik-adik dan keluarga. Atau seharusnya kamu tidak menyianyiakan hasil keringat papa, apalagi kamu tau, papa sudah sakit-sakitan. Atau seharusnya dia tidak memfitnah saya, apalagi kami telah bersahabat dan saling mengenal sekian lama, dsb…
Namun Namanya juga kita masih manusia, yang selalu memiliki 2 sisi. Dari gelap, kita menjadi tau apa itu terang. Dari panas, kita menjadi tau apa itu dingin, dsb. Kita masih manusia yang dapat merasa bahagia/senang, yang otomatis kita juga dapat merasa marah/kesal/sedih.
Bila kita terlalu banyak menumpuk perasaan-perasaan negative, seperti : benci, marah, kesal, kecewa, sedih, dll, pelan tapi pasti kita telah meracuni tubuh dan jiwa kita sendiri.
Ibarat api yang menyala pada lilin, yang menerangi dan menghangatkan sekitarnya. Lilin adalah tubuh kita, sedangkan api adalah cinta kasih(energy positive) yang kita pancarkan. Jadi, tebarkanlah energy kasih ke sekelilingmu. Jadilah contoh yang baik untuk sekelilingmu, TAPI JANGAN PERNAH berharap orang lain/siapa pun itu, akan mengikuti Anda.
Bayangkan ada 7 lilin, namun hanya 1 lilin yang menyala. Namun tiba-tiba, ada angin yang berhembus yang membuat lilin di sebelah lilin yang menyala, itu ikut menyala, yang kemudian hembusan angin berikutnya, membuat lilin di sebelah lainnya ikut menyala, demikian seterusnya dan akhirnya 7 lilin tersebut menyala. Cahayanya tentu lebih terang dan lebih hangat dibandingkan cahaya 1lilin saja.
Begitulah dunia ini bekerja….Yang negative, akan menarik yang negative. Dan yang positive, akan menarik yang positive. Jadi, yang sepaham/bersinergi denganmu, pasti akan datang kepadamu secara otomatis.
Jangan menggantungkan kebahagiaanmu dengan hal-hal diluar dirimu. Karena Anda tidak dapat mengontrolnya !!! Anda hanya dapat meresponnya. Jadi, jangan membebani dirimu dengan perasaan marah/kecewa yang tanpa sadar, Anda tanam sendiri di dalam dirimu, yang malah melukaimu.
Anda hanya dapat menata hidup Anda, jadi ciptakanlah dunia terindahmu untukmu menurut versimu.
Even itu anakmu/adikmu/sahabatmu/bahkan pasanganmu. Jangan mengontrolnya. Yang dapat Anda lakukan adalah menunjukkan kebaikan alias mencontohkan perilaku-perilaku baik serta menasehati, selebihnya ikhlaskanlah…
Lebih manis mana, Mangga yang matang di pohon atau matang di karbit ? Otomatis, lebih manis Mangga yang matang di pohon....
Bukankah, Aku dan Anda pun pernah berbuat salah ? Namun dari kesalahan itu, kita belajar dan bertumbuh menjadi dewasa dan lebih bijak...
Karena setiap individu mempunyai freewill untuk bertumbuh, so, let them grow and let it flow…
Semoga semua makhluk bahagia dan semoga kebaikan semesta bersama dengan kita...
Komentar
Posting Komentar