Terbangun dipagi hari, sepi, dingin, dan langit kelabu, namun banyak bintang kecil berkilauan di atas sana, nampaknya mereka hadir untuk bercerita, entah apa... yang mau disampaikan.
Mungkinkah mereka mau memberi tahu aku sesuatu?
Ya.. mereka pasti mau bercerita tentang sahabat baiknya, yaitu waktu.
Tentang pagi ini, hari terakhir di tahun ini, 2014.
Namun bukan mengenai bagaimana cara merayakan tahun baru, bukan tentang barbeque, ikan bakar, jagung bakar apalagi suara mercon atau kembang api, melainkan mengingatkan tentang sisih dan sisa waktu, mengenai bagaimana menyisihkan waktu yang tersisa.
Bintang kecil tak tahu pasti, berapa lama waktu ku yang masih tersisa, yang pasti hanyalah aku bisa menentukan akan menyisihkan waktu ku untuk apa dan siapa.
Teringat mereka (QZ 8501) yang sedang rapuh, serapuh mata mereka yang membengkak karena isak-tangis.
Menangis bukan minta dikasihani atau mengemis sesuatu, mereka menangis karena seseorang yang dipeluk begitu erat di dalam hati telah pergi.
Pergi meninggalkan kenangan-kenangan indah yang begitu menyiksa hati disaat ini, canda-canda terakhir, kata-kata terakhir, suara terakhir, dan senyum terakhir.
Kehilangan seseorang yang begitu disayangi sangat menyakitkan memang, akan tetapi akan selalu menjadi pelajaran bahwa kehilangan adalah mampu untuk membuat kita mengerti betapa berartinya seseorang dalam hidup kita.
Sedih... sulit... berat...walau berat, namun harus rela.
Ya....suka atau tidak suka, siap atau tidak siap, jika saatnya "perpisahan" tiba, Anda harus merelakannya.
Rela, seperti seorang ibu melepas anak kesayangannya yang mendapat beasiswa ke negeri lain yang jauh untuk waktu yang lama.
Melepas demi kebahagiaan mereka, karena mereka pergi untuk menggapai sesuatu yang lebih baik di sana.
Rela bukan berarti melupakan… tetapi untuk menyimpannya erat-erat dalam hati .
Bukan untuk mencari pengganti, tetapi untuk menyadari kehadiran mereka begitu berarti.
Mungkin suatu saat akan datang rasa rindu dan kesepian yang membuat kita terasa mati.
Bahkan Anda akan merasa sangat rindu.....rindu yang teramat sangat.....
Saat itulah, waktunya kita berlindung padaNya dan ajaranNYa .
Selanjutnya adalah menghargai apa yang masih bersama kita.
Sisihkan sisa waktu hidup kita, untuk lebih mengasihi apapun yang kita sayangi sebelum “perpisahan terjauh” memisahkan kita.
Mungkinkah mereka mau memberi tahu aku sesuatu?
Ya.. mereka pasti mau bercerita tentang sahabat baiknya, yaitu waktu.
Tentang pagi ini, hari terakhir di tahun ini, 2014.
Namun bukan mengenai bagaimana cara merayakan tahun baru, bukan tentang barbeque, ikan bakar, jagung bakar apalagi suara mercon atau kembang api, melainkan mengingatkan tentang sisih dan sisa waktu, mengenai bagaimana menyisihkan waktu yang tersisa.
Bintang kecil tak tahu pasti, berapa lama waktu ku yang masih tersisa, yang pasti hanyalah aku bisa menentukan akan menyisihkan waktu ku untuk apa dan siapa.
Teringat mereka (QZ 8501) yang sedang rapuh, serapuh mata mereka yang membengkak karena isak-tangis.
Menangis bukan minta dikasihani atau mengemis sesuatu, mereka menangis karena seseorang yang dipeluk begitu erat di dalam hati telah pergi.
Pergi meninggalkan kenangan-kenangan indah yang begitu menyiksa hati disaat ini, canda-canda terakhir, kata-kata terakhir, suara terakhir, dan senyum terakhir.
Kehilangan seseorang yang begitu disayangi sangat menyakitkan memang, akan tetapi akan selalu menjadi pelajaran bahwa kehilangan adalah mampu untuk membuat kita mengerti betapa berartinya seseorang dalam hidup kita.
Sedih... sulit... berat...walau berat, namun harus rela.
Ya....suka atau tidak suka, siap atau tidak siap, jika saatnya "perpisahan" tiba, Anda harus merelakannya.
Rela, seperti seorang ibu melepas anak kesayangannya yang mendapat beasiswa ke negeri lain yang jauh untuk waktu yang lama.
Melepas demi kebahagiaan mereka, karena mereka pergi untuk menggapai sesuatu yang lebih baik di sana.
Rela bukan berarti melupakan… tetapi untuk menyimpannya erat-erat dalam hati .
Bukan untuk mencari pengganti, tetapi untuk menyadari kehadiran mereka begitu berarti.
Mungkin suatu saat akan datang rasa rindu dan kesepian yang membuat kita terasa mati.
Bahkan Anda akan merasa sangat rindu.....rindu yang teramat sangat.....
Saat itulah, waktunya kita berlindung padaNya dan ajaranNYa .
Selanjutnya adalah menghargai apa yang masih bersama kita.
Sisihkan sisa waktu hidup kita, untuk lebih mengasihi apapun yang kita sayangi sebelum “perpisahan terjauh” memisahkan kita.
Komentar
Posting Komentar