Tradisi untuk menghormati atau mematuhi orang tua atau orang yang lebih tua memang sudah menjadi Ajaran atau Tradisi, terutama bagi orang Timur.
Tentu saja ini terlepas dari "Apakah semua orang tua atau yang lebih tua patut dihormati?"
Dalam tradisi orang Timur, hal ini sangat penting, bukan saja untuk diketahui, akan tetapi seharusnya sudah mendarah daging yang selalu terwujud dalam kehidupan kita sehari-hari, yang secara alami terpancar dari tindakan serta perilaku kita.
Hal ini harus kita mulai dari lingkungan kecil keluarga kita dahulu.
Andai kata dengan orang tua sendiri saja tidak bisa "hormat atau patuh", pasti merupakan omong kosong jika orang tersebut bisa menghormati orang lain yang lebih tua.
Jika bukan kita dahulu sebagai anak, menghormati atau patuh terhadap orang tua kita, siapa lagi?
Jangan pula nanti timbul pertanyaan "apakah orang tua kita patut atau tidak patut untuk kita hormati?"
Memang orang tua tidak selalu benar.
Jangan lupa, orang tua juga adalah manusia biasa yang bisa salah.
Itulah gunanya kita diberi akal kebijaksanaan serta mulut untuk berbicara, agar kita dapat berkomunikasi secara baik dengan orang tua.
Mungkin saja ada sebagian orang, sekarang ini kondisinya sudah menjadi lebih "pinter" dari orang tuanya atau mungkin lebih "bijaksana" dari orang tuanya atau bahkan orang tuanya selalu "bersalah" di matanya.
Tapi coba bayangkanlah ini....
Bagaimana kalau dulu kita dilahirkan, orang tua kita langsung membuang kita ke lubang WC?
Atau mungkin membuang kita di jalan, membiarkan kita kelaparan dan mati perlahan-lahan?
Apakah masih ada kita pada hari ini?
Pada prakteknya sekarang ini, sering kita melihat....
Cinta itu terlalu buta sehingga kita menjadi lebih memperhatikan pasangan daripada orang tua.
Lebih membela pasangan/teman daripada orang tua.
Lebih takut menyinggung perasaan pasangan/teman daripada perasaan orang tua.
Lebih lembut terhadap pasangan/teman daripada terhadap orang tua.
Lebih sabar terhadap pasangan/teman daripada orang tua.
Namun perhatikanlah ini....
Apakah kebencian timbul pada hati orang tua saat diperlakukan seperti itu?
Apakah orang tua akan mencoret nama Anda dari daftar anaknya?
Apakah orang tua akan mengusir Anda?
Jawabannya TIDAK!!!
Orang tua tidak akan membenci sekali pun dia terluka.
Sekalipun harus beradu argumen dengan kita, sekalipun kita membuatnya menangis ataupun kita membuatnya mengomel tanpa batas....
Pintu MAAF akan selalu terbuka untuk anaknya, bahkan tanpa Anda minta sekalipun.
Karena pada HATI nya terukir nama kita, anaknya yang telah dirawat dari bayi sampai dewasa....
Karena di HATI nya, terukir senyum kita, senyum yang begitu indah ketika kita pertama kali lahir di dunia.....
Selamanya kita adalah "anak kecil" dimata orang tua kita, anaknya tercinta.....
Mungkin sepanjang hidup kita pernah bahkan sering terlibat konflik dengan orang tua kita.
Namun saat nurani menyadarkan kita pada cerita masa lalu, pada setiap bimbingan dukungan dalam rawatan orang tua, masih pantaskah kita "berdiri lebih tinggi" daripada orang tua kita?
Masih tegakah kita menciptakan "sekat" dengan orang tua kita?
Hormat terhadap orang tua itu adalah KEHARUSAN.
Hormat terhadap orang lain yang lebih tua adalah WAJIB.
Walau tentu kadar hormat terhadap orang tua sendiri lebih besar daripada kadar hormat terhadap orang lain yang lebih tua.
Semoga Tradisi Timur Untuk Selalu Menghormati Orang Tua dan Orang Lain Yang Lebih Tua, Dapat kita Turunkan dan Praktekkan Secara Turun Temurun.
Semoga Amal Kebajikan Kini Dan Nanti Yang Anda Lakukan, Membuahkan Kesehatan, Kebahagiaan, Kekuatan, serta Kebijaksaan bagi Anda dan Segenap Keluarga.
Komentar
Posting Komentar