Beberapa hari yang lalu penulis main ke salah satu penerbit, biasalah hunting buku. Di tengah tumpukan buku yang ada penulis tertarik membaca judul satu buku yang berbunyi, Kumpulan Kiat sukses Finansial Ala Engkong A fuk.
Buku ini tidak begitu tebal, cuma 117 halaman, yang menarik dari isi buku ini adalah penbahasan masalahnya berbentuk gambar, kayak komik gitu. Di mana ada dua tokoh yang terlibat A fuk dan Engkongnya. A fuk seorang anak muda yang sedang belajar membangun suatu binis mendapat bimbingan dan nasehat langsung dari sang engkong.
Setelah penulis baca, buku ini menarik buat di bahas, sederhana apa yang di anjurkan namun mempunyai banyak makna dan kebenaran, itu yang penulis  rasakan, dan banyak kesamaanya dengan permasalahan yang sering penulis temui dalam mejalankan usaha.
Untuk itu izinkanlah penulis membantu menjabarkan rangkaian gambar yang ada menjadi tulisan.
Pendahuluan
Si Engkong  mengatakan, Memiliki hidup sukses secara finansial adalah  keinginan banyak orang, tapi tidak semua orang sukses finansial. Banyak orang merasa jadi kaya adalah kewajiban mutlak. Kaya atau tidak bukan berasal dari nasib semata, sehingga anggapan orang Tionghoa kaya dari sononya, itu salah.
Bagi masyarakat Tionghoa terutama perantauan, gaya hidup dan budaya adalah penentu kesuksesan finansial. Dengan mendidik anak sejak dini, orangtua berharap anak-anak mereka sukses di kemudian hari, Ibaratnya supaya ” anak menjadi Naga “.
Sebenarnya banyak jalan menuju sukses, beberapa orang telah membagikan ilmu lewat media, buku, atau memperoleh pengetahuan bisnis dengan terjun langsung ke lapangan.
Menjadi kaya bagi orang Tionghoa perantauan hanya salah satu jalan menuju kebebasan finansial. Semua tergantung diri kita sendiri menjalaninya. Jadikan sukses finansial menjadi cita-cita yang ingin diraih, bukan menjadi beban kehidupan.
Bab. Perinsip hidup.
Di awali dengan kalimat yang bagus, ” Orang sukses tidak santai, Orang santai tidak sukses.Hal pertama yang menjadi prisip hidup adalah, ” Mau kerja keras “.
Kerja keras berarti bekerja lebih lama, kalau standar kerja 8 jam, bekerjalah 10 jam dan mulai lebih awal waktunya. Di sini digambarkan oleh Engkong bahwa A Hok teman A fuk memaksimalkan diri dengan bekerja lebih dari satu pekerjaan , kalau pagi ke kantor pulangnya memberi les privat.
Lalu hasil kerja keras ini dikumpulkan untuk hari esok, dicatat dalam buku keuangan dengan rinci dan membuat perencanaan dengan rapi. Kemudian A hok berhenti kerja dan memulai bisnisnya sendiri. Kerja keras tidak berlaku untuk orang malas, karena orang malas memiliki harapan tetapi tidak pernah berusaha untuk mencapai impian mereka.
* Menahan Keinginan.
Di sini di ilustrasikan, Afuk ingin membeli banyak baju mahal dengan kartu kredit, lalu Engkong nya melarang,  Afuk protes dan menjelaskan bahwa kredit membantu orang untuk memperolaleh barang. Sang Engkong mengatakan, banyak orang yang membeli barang dengan kredit terutama untuk barang konsumsi. Tapi apa akibatnya ketika tagihan kartu kredit itu datang, apa lagi sampai di kejar oleh para debt kolektor karena kita tidak sanggup membayar.
Semangkin kita menahan diri untuk membeli suatu barang yang tidak mendesak, sama artinya dengan menambah kekayaan. Orang yang dapat hemat dan menahan diri biasanya dapat memanfaatkan barang yang ada semaksimal mungkin.
Sederhana namun berat di lakukan. Tentu saja keingin manusia tidak terbatas, tapi materi terbatas, karena itu menahan keinginan itu penting sekali.
Penulis, Semangkin ingin sukses, samangkin banyak kita harus menunda kesenangan.
* Hidup Hemat.
Setelah kerja keras dan memperoleh hasil sebaiknya pikirkan baik-baik sebelum membelanjakan uang.Kalau kita mengunakan uang untuk hal-hal yang tidak perlu sama saja dengan pemborosan. Lebih baik uang sisa yang ada setelah memenuhi kebutuhan sehari-hari di tabung , maka kekayaan akan semakin menumpuk dan bisa di gunakan buat modal usaha.
Hidup hemat semua bangsa  sudah tahu, tetapi sulit sekali dilakukan karena keinginan manusia tidak terbatas. Bahkan ketika dalam kondisi tidak mampu sering kita memaksakan diri, akibatnya mendorong manusia ke jurang kemiskinan.
penulis,  “Nabi Muhammad,SAW menggambarkan hutang itu sebagai suatu yang buruk, membuat tidur tidak nyenyak di malam hari, membuat diri malu di siang hari”.
* Menjadi Kepala Naga.
Sejak dahulu banyak orang Tionghoa perantau memilih berdagang, mereka memilih peruntungan di negeri lain sehingga kerja keras bukan masalah. Namun dari pada bekerja pada orang mereka lebih senang berdagang karena lebih menguntungkan.
Walaupun zaman sekarang dunia dagang beresiko. Tapi masih bisa mendapatkan kemakmuran finansial yang tinggi.  Kalau kerja dengan orang pendapatanan kita terbatas. Memang, semangkin tinggi jabatan seorang gaji nya semangkin besar,tapi tetap saja ia seorangpegawai.Tapi kalau berdagang semangkin besar omset yang di putar maka semangkin besar pula untung yang di dapat.
Penulis , ” Mengapa orang yang berdagang atau berbisnis lebih baik tingkat kebebasan finansialnya di bandingkan orang yang bekerja? , karena Allah sendiri yang memberikan sembilan pintu rejeki bagi pedagang, dan satu pintu rejeki bagi profesi lain. Dalam hitungannya , pasti lebih banyak yang didapat oleh sembilan dari pada satu.
* Waspada dan hati-hati.
Menjaga barang dagangan dari berbagai masalah yang merugikan merupakan hal yang penting bagi kelangsungan bisnis. Menjaga aset adalah tindakan yang termasuk menjaga kekayaan.
*Jangan Biasakan berhutang.
Untuk modal awal usaha  upayakanlah untuk tidak mendapatkannya dengan berhutang. Karena kita tidak tahu secara pasti apa yang di dapat dari usaha kita ke depan, walaupun sebelumnya kita telah melakukan analisa dan proyeksi tentang usaha kita tersebut.
Penulis, ” pengalaman penulis kapan utang itu diperlukan ?. Ketika usaha kita sudah berjalan beberapa waktu lamanya dan dianggap sudah saat nya  untuk di perbesar , dan telah mengalami priode naik dan turun selama waktu minimal satu tahun. Dari situ kita bisa secara tepat lagi menghitung kemampuan usaha kita.
Kalau tidak percaya, coba buktikan dengan mengajukan pinjaman kredit ke bank. Apa syarat utama yang di minta, Minimal usaha tersebut sudah berjalan selama dua tahun. Mengapa ?, Karena dengan waktu dua tahun pihak bank bisa menganalisa kelayakan usaha kita untuk mendapat kredit mereka. Coba kalau usaha kita baru berjalan biasanya pihak bank enggan untuk memberikan kredit, kecuali kita mempunyai agunan yang lebih besar daripada nilai kredit.
* Memiliki cita-cita dan menetapkan kesuksesan.
Setiap orang di anjurkan mempunyai cita-cita untuk memberikan motivasi dalam berusaha.
Penulis,” Manusia tanpa cita-cita ibarat burung tanpa sayap”.
* Mawas diri.
Menurut Engkong A fuk ada dua sifat yang menghambat kesuksesan finansial, selain dari faktor-faktor  luar yang kelihatan dan bisa kita tangani , ada faktor dari dalam yang harus kita sadari, Kemalasan dan kebodohan. Malas adalah salah satu sifat dan watak yang paling merugikan manusia untuk memperoleh kesuksesan dalam hidup.
Tapi yang paling merugikan adalah kebodohan dan kadang hal ini kurang di sadari. Pendidikan rendah, pengetahuan kurang, wawasan sempit, keterampilan tidak memadai.Akhirnya membawa seseorang tidak sukses dalam hal finansial. Kalau tahu dan sadar bahwa ada kekurangan diri percanggihlah diri anda. Tidak ada kata terlambat untuk belajar.
Orang yang ingin sukses sadar kelemahan dan menjadikan kemampuan khususnya sebagai aset berharga untuk di kembangkan. Biasanya orang yang mau belajar lebih cepat berkembang.
Sadarilah kekurangan diri, kalau perlu bertanya dengan orang tua yang tidak akan berusaha untuk bohong. Berubahlah setelah menyadarinya.
Penulis, ” Ketika kita menghadap cermin , baru kita tahu bahwa diri kita itu jelek “.
* Mengingat anak cucu
Salah satu kewajiban orang tua terhadap anak adalah membawa anak dengan baik supaya mereka hidup benar dan kecukupan. Keturunan sangat penting bagi masyarakat Tionghoa. Harapan orang tua adalah agar anak cucu mereka nantinya dapat menyokong bisnis yang telah dirintis dengan susah payah , dan agar si anak dapat meneruskan usaha orang tuanya.
* Tidak  boleh berkata tidak.
Jangan pernah berkata tidak pada para pelanggan yang menginginkan barang tertentu tetapi kita tidak mempunyai persediaan. Kalau masih ada margin laba cukup besar dari permintaan pelanggan walaupun tidak ada hubungannya dengan usaha inti ambil saja dan janjikan kesanggupan untuk menyediakan baarang itu.
Untuk Hal yang satu ini penulis sering menemui pedagang Tionghoa yang bisa mencarikan barang pesanan pelanggannya. Biasanya mereka angkat telepon dan menghubungi rekanan bisnis yang lain untuk menanyakan barang itu. Dengan kadang hanya mengambil untung sekedar buat  fee jasa saja.
*  Memelihara kepercayaan.
Dalam bisnis, sebagai pelaku dagang kita harus hati-hati dalam memberi kepercayaan dan harus menjadi pihak yang di percaya. Sebagai pedagang kita memberikan kualitas baik dengan harga pantas, dan rekomendasi terpercaya supaya orang percaya pada kita. Dengan kita di percaya maka pelanggan akan datang dengan sendirinya.
Tentu saja ada orang yang licik dalam berdagang, namun kita tidak boleh terjebak untuk melakukan hal yang sama.
* Menghormati orang tua
Budaya timur sangat menekankan tata krama, terutama menghormati orang tua. Anak yang susah di nasehati cendrung berlaku seenaknya sendiri. Karena tidak menghormati orang tua dia akan selalu ” apes ” seumur hidupannya dan selalu kesusahan.
Sebaliknya anak yang berbakti memiliki jalan yang cerah dan akan sukses. Orang tua yang berwibawa, bersikap pantas, dan bijaksana akan di hormati oleh anaknya. Walaupun kadang orang tua juga bisa berbuat salah namun dengan tetap mendengarkanya si anak tidak akan tersesat.
Penulis, ” Orang tua adalah keramat hidup yang di berikan Allah kepada kita, dimana setiap doa untuk sang anak pasti akan di kabulkan oleh Allah. Restu orang tua sangat penting dalam kita memulai sesuatu bisnis. Tanpa restu dari orang tua biasanya bisnis kita akan mengalami banyak masalah dan kesulitanan, hingga bisa saja pailit.
* Saling membantu.
Menanamkan rasa kebersamaan akan menimbulkan ikatan yang kuat antara anggota keluarga maupun sesama relasi bisnis. Sehinggah bila kita mendapatkan  masalah dalam berbisnis kita bisa saling membantu dengan sumber daya masing-masing.
* Peranan wanita Tionghoa.
Wanita yang baik tidak hanya cantik, tetapi dia juga bisa membantu suami merawat anak, mandiri, dapat bekerja keras,dan mendukung keluarga saat mengalami kesulitan. Seorang wanita memiliki peranan besar bagi keluarga Tionghoa. Sehingga penting untuk melihat kemampuan dari pada penampilan.
Penulis, ” Sama seperti peran orang tua , peran istri pun membantu kesuksesan kita. Ada baiknya selalu meminta izin dari istri terlebih dahulu sebelum memulai usaha. Karena bagaimanapun dia orang pertama yang akan menemani kita seandainya kita mendapat kesulitan dalam bisnis.
Bab. Siasat Dagang.
*Memupuk Modal
Di gambarkan bahwa sebagai perantau Engkong  dulunya memang pedagang kecil. Tapi Engkong memiliki harapan besar untuk menjadi pedagang sukses di indosenesia.
Semua pekerjaan di lakukan dari tukang cuci baju sampai juru masak restoran. Kemudian usaha kecil-kecilan mulai berjualan bubur ayam keliling, hingga akhirnya bisa membuka warung kecil yang menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari.
Laba dikumpulkan untuk modal usaha yang lebih besar, dari hasil memupuk modal itu, lama-lama Engkong dapat membuka toko serba ada yang cukup lengkap.
Kalau seseorang membuka toko, apakah perjuangannya hanya sampai di situ?. Tidak, ambisi dan tekad kuat akan mendorong orang mengumpulkan modal sebesar-besarnya untuk usaha yang lebih besar.
Penulis, Memang usaha ini memerlukan waktu untuk berkembang, tetapi usaha seperti ini biasanya solid dan kuat karena tidak melibatkan dana bank sebagai modal awal usaha.
Krisis moneter 1998 membuktikan bahwa banyak perusahaan besar yang bergantung dari dana bank harus jatuh satu persatu, terbeban oleh bunga hutang yang besar perusahaan itu akhirnya habis dilikuidasi oleh pemerintah atau di beli oleh pihak lain. Cuma perusahaan yang menerapkan konsep seperti Engkong A Fuk tadi lah yang mampu bertahan melewati terjangan badai krisis moneter.
* Pandai Berhitung.
Setiap bisnis harus di hitung dengan seksama semua faktor keuanganya baik yang masuk maupun pengeluaran . Perhitungan ongkos-ongkos produksi ataupun operasional harus mendapat perhatian yang teliti.
Biaya produksi dapat di pangkas, produk kurang sempurna masih bisa di jual dengan harga spesial. Jadi manfaatkanlah apa saja untuk menurunkan biaya produksi dan meningkatkan pemasukan.
Mengelolah sampah atau limbah  dengan sebaik mungkin. barang-barang yang masih ada nilainya seperti kardus, plastik, kertas, dan lainnya masih bisa dijual untuk menambah pemasukan.Pertahankan pekerja keras dan singkirkan pemalas karena hal tersebut sama saja dengan pemborosan. Jangan buru-buru menambah pekerja bila bisnis belum besar.
Bila anda pemimpin perusahaan, cek dengan baik apa ada yang di sebut dengan tunjangan yang tidak perlu yang disalahgunakan kerena perusahaan membayar kartu kredit, iuran anggota golf atau tagihan telepon seluler. Hentikan semuanya supaya laba bersih perusahaan bertambah.
Jika anda pandai berhitung dan dapat menentukan prioritas mana yang perlu dan tidak, Anda dapat meyimpan laba lebih tinggi lagi.
* Manajemen Waktu.
Ketika usaha makin besar kita di tuntut untuk dapat memanfaatkan waktu dengan baik agar pekerjaan tidak terbengkalai. Setiap orang memiliki waktu 24 jam sehari , tidak lebih tidak kurang. Pemanfaatan waktu yang berbeda menghasilkan prestasi dan kesuksesan yang berbeda pula.
Kalau kita bekerja, bekerjalah secara optimal, kalau kita bersosialisasi, bersosialisasilah secara optimal. Kalau kita bermain dan santai lakukanlah secara optimal. Begitupun kita beristirahat lakukan dengan optimal.
Kalau kita sudah mampu mengelolah waktu dengan baik, kita tinggal mengoptimalkan setiap kegiatan dengan baik. Jadi kita menuju sukses dengan menikmati hidup.
* Menjaga Relasi.
Pembeli adalah raja, hal itu berlaku bagi pedagang mana saja karena pembelilah yang memberikan untung terhadap usaha kita. Jangan pernah memperlakukan pembeli secara berbeda karena penampilanya ketika hendak membeli dari kita.
* Menguasai Usaha.
Di gambarkan A Fuk telah memiliki modal 2* lipat dari modal awalnya, dan berniat untuk mengembangkan usaha dengan meminta saran dari Engkongnya.
Engkong menyarankan untuk membangun atau memperluas usaha baru yang berhubungan dengan usaha yang sudah ada terlebih dahulu. A Fuk telah mempunyai satu toko serba ada yang menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari, dan engkong meyarankan untuk membeli peralatanan yang di butuhkan pabrik untuk menghasilkan barang-barang kebutuhan sehari-hari. Contoh lainnya apa bila sudah mempunyai pabrik roti agar A fuk membangun pabrik terigu juga, sehingga usaha tersebut saling membantu.
Penulis pernah bekerja di satu kontraktor milik warga tionghoa, di mana si Bos awalnya hanya memakai motor untuk urusan rutin. Begitu mulai bertambah jumlah proyek yang di dapat Si bos membuka toko bahan bangunan, lalu kemudian mendirikan pabrik kusen, pintu dan furniture.
Lalu si bos membuka bengkel las besi dan baja, lalu toko almunium. Begitu ada dana lagi si bos membeli tanah dan membangun gudang besar yang digunakan untu menampung persediaan semua usahanya. Terakhir penulis dengar si bos membeli tanah di pinggir jalan , lalu di bangun ruko dan kemudian di jadikan kos-kos an mahasiwa.
Untuk diversifikasi usaha yang baru sangat di sarankan untuk membangun bisnis yang masih berhubungan dengan bisnis inti sehingga dapat saling menunjang dalam pelaksanaanya. Atau dengan kata lain membangun bisnis dari hulu ke hilir. Membangun bisnis baru yang bertentangan jauh dengan bisnis inti sangat tidak di anjurkan atau sedapat mungkin di hindari dulu di awal-awal masa deversifikasi usaha.
* Pantang Menyerah.
Sekali gagal bukan berarti gagal seumur hidup, kita harus bangkit untuk menjadi lebih baik lagi. Bantuan dapat diperoleh karena kekerabatan dan jaringan relasi yang ada. Jadi jangan mudah menyerah hanya karena satu kegagalan.
Penulis, ” Tidak penting berapa kali kita terjatuh, yang penting seberapa cepat kita bangkit lagi.
* Menjaga reputasi.
Berikan kualitas terbaik demi  usaha sendiri, kalau kualitas terjaga kita tidak akan pernah kehilangan pelanggan. Membangun nama baik dan reputasi tinggi butuh usaha keras. Sekali terlena dan jatuh akan lebih sulit untuk kembali ketempat semula.
Penulis, ” Jagalah reputasi baikmu meskipun harus bertempur di seratus medan laga.
* Tidak sembrono.
Bila ada kesempatan tentu harus dimanfaatkan sebaik mungkin hanya saja jangan sampai sembrono dalam memberikan keputusan-keputusan yang terburu-buru. Pintar-pintarlah membaca situasi sebelum bertindak.
Bab. Strategi Dagang
* Apa yang saya miliki
Apakah kita selalu menanyakan kepada diri sendiri, ” apa yang saya miliki “. Semua orang setuju untuk memulai usaha kita harus memiliki modal. Setelah modal yang kita bicarakan adalah isi dompet.
Menghitung isi ” dompet ” setiap hari itu tidak perlu, asalkan kita tahu kalau yang kita miliki itu ada dan jumlahnya selalu bertambah setiap hari. Dengan mengetahui isi ” dompet ” maka kita dapat menghindari besar pasak daripada tiang.
Adalagi yang diharus dimiliki, yaitu modal cadangan kalau ingin menyimpan dalam bentuk uang tidak masalah. dan bisa juga berupa tanah bahkan rumah di atasnya. Gunakanlah investasi dengan hasil yang optimal.
Kalau kiat diajak join atau mengajak join , pastikan patner yang kita ajak dapat menciptakan hasil yang menguntungkan.Terakhir adalah apa yang kita miliki sebagai ” dompet ” adalah kemampuan-kemampuan yang sudah ada dalam diri kita.
Mengetahui isi ” dompet ” sendiri adalah seperti siasat perang, kita harus tahu kekuatan pasukan sendiri sebelum maju perang.
* Menguasai Medan
Bayangkan anda berada di medan perang, sebagai seorang jendral apa yang harus anda lakukan?, kalau anda mempunyai 1.000 pasukan anda menyediakan ransum 5 kali lipat dan perlengkapan terbaik supaya anda memenangkan peperangan. Tapi kalau pasukan anda menghadapi pasukan 5 kali lipat lebih banyak, apa yang akan anda lakukan?
Apa dengan menambah ransum 4 kali lipat, berarti anda juga menambah persenjataan 4 kali lipat?. Kalau siasat seperti ini yang anda lakukan sama saja menghabiskan biaya 4 kali lipat lebih besar dengan kemungkinan menang 50-50.
Ada baiknya kita selidiki dulu medannya karena di situlah kita akan beraksi. kalau anda mengenal medan dengan 1.000 pasukan bisa saja anda mengepung 5.000 pasukan musuh.Begitu pula bisnis kalau kita menguasai medan yang akan kita terjuni kita akan berjaya.
Sebuah lokasi memiliki karakter yang berbeda dengan yang lain, lihatlah dimana anda berada. Mau di desa, kota kecil, kota besar kita tetap bisa menjadikannya sebagai bentang kita. Pertanyaan yang harus di ajukan adalah apa potensi yang ada dan dapat saya gali untuk menanam investasi?.
* Tanggap Situasi
Kehidupan ini seperti roda berputar, nasib selalu berubah. Bisnis pun begitu dan kita harus tanggap dengan fenomena-fenomenanya. Jangan menutup diri dari perkembangan informasi dan teknologi terkini, baik dari luar maupun dalam negeri.
Kalau di medan perang kita dengan cepat mengenali musuh yang menyerang, tapi di zaman sekarang lawan atau kawan tanpak sama.Jangan buru-buru mengibarkan bendera perang. Ekstra hati-hati pada lawan, bahkan kalau mungkin kita bisa mengambil keuntungan dari lawan.
Kalau sudah tanggap situasi terkini, sekarang berpikirlah ke depan, temukan preediksi-prediksi supaya kita memiliki rencana ke depan atau melaksanakan bisnis selangkah lebih maju dari yang lain
* Berkonsolidasi
Digambarkan ketika awal usaha A Hok mengalami situasi yang kurang bagus, lalu ia meminta bantuan pada orang tuanya. Secara tidak langsung itulah yang disebut kerja sama antarkeluarga. Dalam bisnis tidak jarang kita membutuhkan bantuan, dan patner paling dekat adalah keluarga.
Dengan membangun persatuan dalam bisnis kita dapat memajukan usaha lebih cepat.tentu saja perputaran modal juga lebih cepat daripada jalan sendiri.
Hubungan kerjasama juga bisa terjadi di luar lingkungan keluarga. Kalau misalkan A Hok memiliki toko roti, dia juga akan memiliki pabrik terigu atau dengan pabrik gulanya juga.Hal ini semata-mata untuk menekan biaya produksi sekaligus menghasilkan keuntungan.
Kalaupun belum memiliki pabrik terigu dan gula, A Hok akan besenergi dengan pengusaha bahan-bahan roti. Kalau ingin menggandeng yang lainnya lagi, A Hok juga akan menggandeng perusahaan cetak offset dan digital printting untuk kemasan dan promosinya.
Kalau keluarga memiliki usaha-usaha yang saling mendukung itu sangat baik untuk membentuk kerja sama. Selalu berhati-hatilah dalam memilih patner bisnis terpercaya.
* Mengikuti Trend
Dalam bisnis yang sudah mapan pun orang tidak boleh ketinggalan informasi, selain untuk menjaga bisnis tetap eksis juga supaya tetap yang terkini.
Prediksi minat pasar dan cermati minati konsumen dengan baik.Pengusaha yang baik akan berusaha menyediakan dan menciptakanpasarnya.Kalau belum mampu menciptakan pasar maka mengekor ketat pada trend pasar adalah pilihan kedua.
* Memutar Uang
Salah satu jurus jitu kaya adalah menjadi ahli memutar uang. Artinya, uang dikeluarkan untuk suatu kepentingan dan diperoleh hasil usaha dengan jumlah lebih besar yang dapat diterima kembali selama tenpo tertentu.
Bisa dikatakan memutar uang berarti kita membiarkan uang mengalir masuk dan keluar, sehingga kita akan selalu memiliki uang, bahkan bisa melipat gandakannya.
* Cerdik Berinvestasi
Yang disebut investasi yang cerdik adalah investasi tersebut dapat memberikan hasil yang lebih besar dari modalnya. Investasi bisa dengan memanfaatkan barang yang ada seperti menyewakan mobil atau rumah. Investasi yang baik memerlukan waktu yang masuk akal. bukan investasi bodong yang sering menjanjikan imbal hasil tinggi dalam waktu singkat.
Investasi bisa juga dalam bentuk lain seperti, berinvestasi akan hal pendidikan dan ketrampilan-ketrampilan lain untuk menunjang bisnis kita. Bisa juga investasi dengan menanbah relasi atau membangun sinergi dengan perusahaan lain.
Investasi buka berjudi. Bila kerugian berbanding keberhasilan 50 : 50 berarti kita hanya berspekulasi, dan spekulasi tidak sama dengan investasi. Dan, bila 60 : 40 dan 60 ini untung maka sudah bisa dianggap investasi.
Investasi berdasarkan realitas bukan sekedar insting, ramalan, atau takhayul. Karena itu lakukan penelitian lapangan, mrngkalkulasikan persentase keberhasilan yang tinggi. Bila kemungkinan berhasilan tipis lebih baik pilih investasi lain.
Inilah kurang lebih uraian dan tips yang ada di buku tersebut, sederhana namun sungguh mengena, dan banyak terjadi di kehidupan nyata kita.
Semoga apa yang coba penulis sampaikan bisa berguna buat kita yang tengah berusaha untuk mencapai kesuksesan finansial.
Di sarikan dari buku :
” KUMPULAN KIAT SUKSES FINANSIAL ALA ENGKONG A FUK “

Komentar