Ibu kita adalah sumber cinta tak terbatas dan harta karun yang tiada habisnya; tapi sayangnya kita terkadang lupa. Ibu kita adalah hadiah terbesar dan terindah yang kehidupan berikan kepada kita.
Anda yang masih memiliki Ibu di dekat Anda ,harap jangan menunggu kematiannya untuk mengatakan ,"Saya telah tinggal di samping Ibu saya bertahun-tahun tanpa pernah melihat dari dekat ke arahnya. Hanya tatapan singkat, bertutur beberapa kata atau hanya meminta uang saku atau hal lainnya". Atau Anda mungkin marah padanya dan mengomel tanpa henti kepadanya.
Taukah Anda, dengan bersikap seperti itu, Anda hanya mempersulit hidupnya, menyebabkan dia kuatir, kecewa, merusak kesehatannya, membuatnya tidur larut malam dan bangun terlalu pagi. Banyak Ibu mati muda karena anak-anak mereka.
Sepanjang hidupnya, kita anak-anaknya berharap dia untuk memasak, mencuci, menyapu untuk kita, merawat kita ketika kita sakit sementara kita kurang memperhatikan mereka. Kita hanya memikirkan kuliah kita, pergaulan kita, kesenangan kita, kebahagiaan kita dan karier kita. Kita menjadi terlalu sibuk hanya untuk melihat secara dekat kepadanya.
Ketika dia sedang sakit pun, kita menjadi sangat terbebani. Dengan mengupah seorang perawat untuk dia, kita merasa bahwa itulah kewajiban kita sebagai anak. Kita seakan lupa ketika kita kecil, bagaimana Ibu merawat kita, menjaga kita, dengan pikiran kuatir akan sesuatu hal buruk akan terjadi kepada kita.
Baru ketika dia sudah tidak ada lagi, Anda diliputi oleh perasaan kehilangan karena Anda tidak pernah sepenuhnya menyadari arti kehadiran dan pengabdiannya..........
Tolong jangan berpikir saya menulis ini untuk memberikan pelajaran moralitas. Mencintai Ibu Anda adalah suatu bentuk pengabdian kita sebagai Anak. Saya menuliskan ini, hanya untuk membantu Anda menghindari suatu hari Anda menyesal ketika Anda mendapati bahwa Beliau telah tiada.
Malam ini, ketika Anda kembali dari kantor atau kerja atau sekolah atau kali lain Anda mengunjungi Ibu Anda (jika Anda tidak tinggal serumah dengannya), masuklah ke kamarnya diam-diam sambil tersenyum.
Duduklah di sampingnya tanpa mengatakan apa pun dan tataplah matanya dalam-dalam.
Tataplah wajahnya dan ingatlah bagaimana dulu wajahnya yang cantik sekarang pelan-pelan tapi pasti telah mulai menua.
Lakukan ini, sadarilah bahwa dia ada, dia masih hidup dan dia di samping Anda. Pegang tangannya dan bertanyalah padanya, "Ibu, apakah Ibu tau sesuatu?"
Ibu Anda pasti akan sedikit terkejut dan mungkin akan membalas Anda dengan tersenyum sambil berkata, "Apa,Sayang?"
Teruslah memandang ke dalam matanya dengan senyum tenang, katakan padanya, "Apakah Ibu tau bahwa saya mencintai Ibu?" kemudian ciumlah dia sama seperti dulu ketika Ibu Anda mencium Anda ketika Anda masih kecil.
Lakukan ini......
Bahkan jika Anda berumur tiga puluh atau empat puluh atau lebih tua, lakukanlah.....
Dan suatu ketika, ketika Beliau meninggalkan Anda, Anda tidak akan menyesal.........
Anda yang masih memiliki Ibu di dekat Anda ,harap jangan menunggu kematiannya untuk mengatakan ,"Saya telah tinggal di samping Ibu saya bertahun-tahun tanpa pernah melihat dari dekat ke arahnya. Hanya tatapan singkat, bertutur beberapa kata atau hanya meminta uang saku atau hal lainnya". Atau Anda mungkin marah padanya dan mengomel tanpa henti kepadanya.
Taukah Anda, dengan bersikap seperti itu, Anda hanya mempersulit hidupnya, menyebabkan dia kuatir, kecewa, merusak kesehatannya, membuatnya tidur larut malam dan bangun terlalu pagi. Banyak Ibu mati muda karena anak-anak mereka.
Sepanjang hidupnya, kita anak-anaknya berharap dia untuk memasak, mencuci, menyapu untuk kita, merawat kita ketika kita sakit sementara kita kurang memperhatikan mereka. Kita hanya memikirkan kuliah kita, pergaulan kita, kesenangan kita, kebahagiaan kita dan karier kita. Kita menjadi terlalu sibuk hanya untuk melihat secara dekat kepadanya.
Ketika dia sedang sakit pun, kita menjadi sangat terbebani. Dengan mengupah seorang perawat untuk dia, kita merasa bahwa itulah kewajiban kita sebagai anak. Kita seakan lupa ketika kita kecil, bagaimana Ibu merawat kita, menjaga kita, dengan pikiran kuatir akan sesuatu hal buruk akan terjadi kepada kita.
Baru ketika dia sudah tidak ada lagi, Anda diliputi oleh perasaan kehilangan karena Anda tidak pernah sepenuhnya menyadari arti kehadiran dan pengabdiannya..........
Tolong jangan berpikir saya menulis ini untuk memberikan pelajaran moralitas. Mencintai Ibu Anda adalah suatu bentuk pengabdian kita sebagai Anak. Saya menuliskan ini, hanya untuk membantu Anda menghindari suatu hari Anda menyesal ketika Anda mendapati bahwa Beliau telah tiada.
Malam ini, ketika Anda kembali dari kantor atau kerja atau sekolah atau kali lain Anda mengunjungi Ibu Anda (jika Anda tidak tinggal serumah dengannya), masuklah ke kamarnya diam-diam sambil tersenyum.
Duduklah di sampingnya tanpa mengatakan apa pun dan tataplah matanya dalam-dalam.
Tataplah wajahnya dan ingatlah bagaimana dulu wajahnya yang cantik sekarang pelan-pelan tapi pasti telah mulai menua.
Lakukan ini, sadarilah bahwa dia ada, dia masih hidup dan dia di samping Anda. Pegang tangannya dan bertanyalah padanya, "Ibu, apakah Ibu tau sesuatu?"
Ibu Anda pasti akan sedikit terkejut dan mungkin akan membalas Anda dengan tersenyum sambil berkata, "Apa,Sayang?"
Teruslah memandang ke dalam matanya dengan senyum tenang, katakan padanya, "Apakah Ibu tau bahwa saya mencintai Ibu?" kemudian ciumlah dia sama seperti dulu ketika Ibu Anda mencium Anda ketika Anda masih kecil.
Lakukan ini......
Bahkan jika Anda berumur tiga puluh atau empat puluh atau lebih tua, lakukanlah.....
Dan suatu ketika, ketika Beliau meninggalkan Anda, Anda tidak akan menyesal.........
Komentar
Posting Komentar